63
Rizqi Amalia
Belakangan ini banyak yang udah terjadi di hidup gua.
Tapi.. Mungkin lebih baik disimpan sendiri, karena menjadi seseorang yang jujur belum tentu akan diperlakukan sama *wink*

Eniwei, karena banyaknya waktu luang akhir-akhir ini, gua memutuskan mendaftarkan diri menjadi member di salah satu gym. Ya bukan karena waktu aja sih, tapi juga biar gua cepet capek, ga mikirin apa-apa, dan yang paling penting supaya gua kurus rus rus (pake echo) kayak jaman dulu.



Ini adalah kali pertama gua ngegym. Ya dulu juga pernah sih, tapi gym pinggir jalan yang alatnya masih manual semua. Dan ternyata, beda banget gym pinggir jalan sama gym yang ini (yaiyalah!). Gua ditanyain macem-macem mulai dari berat badan sampe riwayat penyakit. Agak malu juga sih pas diukur lingkar pinggang dan lingkar panggul *sigh*
Mana yang ngukurnya laki dan hasilnya mengejutkan *nangis*

Ok, semua fokus ke program latihan gua, please.. Jangan fokus ke lingkar panggul gua yaa!
Nah, latihan pertama yang dikasih ke gua adalah 35 menit di treadmill sambil sebentar-sebentar dinaikin speed-nya. Belum apa-apa, keringet udah ngucur, mak! Emang dasar gua udah ga pernah olahraga lagi, PT-nya bentar-bentar bilang, "Atur nafasnya, kak!"
Dalam hati sih gua dongkol, ga tau apa gua hampir bengek lari-larian di treadmill. Tapi gua jalanin, demi 63 kg, berat ideal jaman dulu.

Beres treadmill, gua dikasih yang lain, lalu yang lainnya, lalu yang lainnya lagi, dan seterusnya sampe hampir pingsan! Muka udah pucet begitu PT-nya cuma bilang, "Kakak udah kehilangan semuanya. Power ga ada, endurance ga ada, kecepatan berkurang banyak, yang kakak masih bagus itu keseimbangan". Lemes..

Yah, emang bener sih udah ga pernah olahraga lagi sekitar 2-3 tahunan. Makanya begitu reaksi badan gua pertama kali. Tapi besoknya, besoknya lagi, gua kayak udah nemuin iramanya, man. Nafas udah makin bisa diatur, keseimbangan makin bagus, dan udah agak cepet juga sekarang. Cihuy! Tinggal nahan godaan makan aja nih. Harus bisa! Demi 63 kg, demi!!

Mari berdoa bersama, agar semua itu terwujud. Amiiinn!
Rizqi Amalia
Here we go.
We're in the last chapter of this Life's Great book.
Apparently, it's not as great as the title.

We broke up, for the million billion times.
It's not him, it's me. As you all know, I'm the bitch.
It's not because I'm cheating on him. No, I would never do that to him.
I love him. So much. But, love is not enough to build a good, strong relationship.



Yeah, after 5 years, I should have known that before.
But back then, I was too busy.
I was busy drawing up perfect plans for our future. Busy trying to be a perfect girlfriend.
You see how stupid I am.
I was busy to portray the future while he hungers for my time now.
It's not what he needs. He just needs me. A regular-simple-not perfect me, to always be there every single time in his life.
Oh well, stupid me.

Surely I would do something smarter, if only I could turn back time.
Something that makes him falling in love with me for the first time. 
Something that I don't have to try as best to be it.
I just need to be me. The old me.

Because..
We can't just fix everything by saying I love you.
We can't just fix everything by saying I'm sorry. 
Sometimes you just have to set your ego aside.
And remember that the love that you have for that person is way more important than winning.


But it’s too late, don’t you think?

Yes. It is.


The End.
Labels: 0 comments | edit post
Rizqi Amalia
Lama ga nulis perjalanan hidup *tsaelah*, akhirnya baru sekaranglah gua sempat untuk berbagi beberapa cerita sakral dalam hidup gua.

First thing first! Here we go..

Setelah kurang lebih empat bulan waktu, perhatian, dan biaya tercurah untuk ini, akhirnya saat yang dinanti-nanti tiba juga, yaitu lahiran skripsi. Tepat tanggal 4 Januari 2012, revisi kelar semua, udah diperbanyak tiga ekslemplar, persyaratan sidang komplit, dan mendaftarlah gua sebagai peserta sidang.

Awalnya jadwal sidang gua ga jelas, tapi alhamdulillah, berkat bantuan Dosen Pembimbing gua yang cihuy, Ibu Putri Mega Desiana, MM., gua bisa dipastikan sidang tanggal 17 Januari 2012.

Ada perasaan senang sekaligus takut waktu tau jadwal sidang udah ada. Senang karena gua ga luntang lantung nunggu jadwal sidang dan gua juga punya sekitar 4-5 hari untuk ngerjain revisian sidang. Tapiiii.. Agaknya saat itu lebih dominan rasa takut gua. Deg-degan parah, man! SERIUS!! Bayangan bakal dicecer, bakal dibantai, ditanya hal yang gua ga bisa jawab, atmosfer di ruang sidang yang mungkin aja akan bikin gua down dan lupa segalanya *lebay*.

Akhirnya saat yang dinanti tiba juga, Selasa, 17 Januari 2012. Sekitar jam 10.45 gua udah di kampus, padahal jadwal sidang gua jam 14.00. Ya dateng cepet aja, mungkin bisa diskusi sama teman yang udah kelar sidang, bisa nanya apa aja yang ditanyain dosen penguji, becanda, dan sebagainya. Kenyataannya?? Dari jam 6 pagi gua ga bisa makan, hidup gua ga tenang! Sampe kampus gua diem, deg-degan, boro-boro bisa ketawa, senyum aja gua maksa! Sigh..

Tapi.. Ternyata oh ternyata.. Di ruang sidang, kenyataannya tak seseram bayangan. Penguji masih ngajak becanda meskipun gua susah ketawa, pertanyaan yang diajukan alhamdulillah bisa kejawab semua meskipun tegang maksimal. Seneng!! Dan ngerasa kerja keras gua ga sia-sia ketika tau nilai skripsi dan sidang gua A. Alhamdulillah banget! Seneng ga ketulungan. Senyam senyum aja di jalan. Ga bisa nahan luapan kebahagiaan! *apa deh, Ki!*

Kelar sidang tuh rasanya kayak abis lahiran. Ploooongg! Seger.. Enak.. Tenang.. Damai.. Dunia indah deh pokoknya.. Motivasi untuk temen-temen yang belum selesai skripsinya, ayo dong buruan dikelarin, buang jauh-jauh malesnya! Biar segera merasakan indahnya dunia.. *wink*